oleh

Cara BNPT Cegah Terorisme Melalui Pelatihan Video Pendek

Foto: Kabid Pemuda FKPT NTT, Adrianus Oswin Goleng

KUPANG- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi NTT menggelar kegiatan pelatihan pembuatan video pendek kepada para pelajar.

Kabid Pemuda FKPT NTT, Adrianus Oswin Goleng mengatakan, kegiatan itu sebagai bentuk pencegahan radikalisme dan terorisme di masyarakat.

“Upaya pencegahannya terutama di kalangan generasi muda melalui pelatihan pembuatan video pendek dengan tema Kita Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, Senin (14/9/2020).

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yakni, praktisi film, Swastika Nohara, Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT, Rahmat Suhendro dan Kabid Pemuda FKPT NTT, Adrianus Oswin Goleng.

“Kita memberikan pemahaman kepada pemuda di NTT untuk menyikapi perbedaan sebagai hal yang lumrah, sebagai kekayaan. Pelajar atau pemuda harus melawan budaya gerakan radikalisme,” katanya.

Menurut dia, setelah diberi pelatihan, pelajar akan mengikuti lomba video pendek yang diunggah ke akun youtube. Hal ini guna memberikan wacana dan pemahaman kepada pelajar mengenai pentingnya kearifan lokal masing-masing dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita berikan bekal kepada para siswa dan pemuda bangsa mengenai nasionalisme yang ingin dicapai oleh para pendiri bangsa termasuk memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan karakter siswa dan pemuda yang mencintai tanah air dan bangsanya,” tandasnya. 

Kegiatan lomba dan kompilasi video pendek diawali dengan diskusi film tentang radikalisme dan intoleransi.
“Siswa diberikan kesempatan membuat video pendek dan akan dinilai oleh dewan juri nasional,” tambahnya.

BNPT sebagai lembaga pemerintah non kementerian yang diamanatkan menangani terorisme, memandang penting aspek pencegahan yang bersifat lunak dalam upaya mewaspadai berkembangnya radikalisme dan terorisme yang membajak kepercayaan tertentu di masyarakat. 

“Kita lakukan pendekatan dengan metode yang efektif meningkatkan daya tangkal masyarakat, khususnya generasi muda, menolak ajakan kekerasan yang diinisiasi kelompok radikal terorisme,” sebutnya.

Ia mengajak anak muda NTT untuk mewaspadai radikalisme sebagai bagian dari upaya-upaya pencegahan terorisme, dalam rangka merawat perdamaian dan kebhinekaan Indonesia. (Dian)

loading...