oleh

Wali Kota Kupang Siapkan Sanksi Tegas Bagi Aparatur yang Abaikan Perintah Atasi DBD


KUPANG– Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan pemerintah kota saat ini konsen terhadap kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kupang. Menurut dia, selama ini korban meninggal akibat DBD selalu bertambah setiap tahunnya.

Ia meminta agar jajarannya memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Diperlukan langkah-langkah efektif dalam penanganan DBD, antara lain menyediakan serbuk abate oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk dibagikan ke kelurahan-kelurahan.

Ia juga meminta camat dan lurah agar terus bersinergi dengan para RT dan RW masing-masing untuk terlibat penuh dalam penanganan masalah ini. Bahkan, ia akan memberlakukan sanksi tegas bagi jajarannya yang mengabaikan perintah tersebut.

“Saya mau mengusulkan adanya dana insentif bagi RT dan RW yang wilayahnya terdapat warga meninggal akibat DBD,” katanya.

Ia menambahkan, ada satu program baru Pemerintah Kota Kupang untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan hukum. Bantuan tersebut berupa fasilitasi mediasi hukum bagi masyarakat yang tidak mampu dan sedang menghadapi proses hukum.

Program ini mengacu pada Peraturan Jaksa Agung nomor 15 tahun 2020, yaitu memberikan hak kepada jaksa penuntut umum (JPU) untuk menghentikan penuntutan terhadap terdakwa dalam kasus-kasus tertentu apabila pihak-pihak yang terlibat sudah sepakat berdamai. (Julio Faria)

loading...
BACA JUGA:   Kisah Sedih Sang Kakak di Kupang Rawat Sendiri Tiga Adiknya yang Lumpuh Idap TBC Tulang