oleh

7 Terdakwa Kasus Pembunuhan di Sandosi Adonara Dituntut 14 Tahun Penjara

Foto: Kuasa hukum dari suku Lamatokan, Ipi Daton, SH

LARANTUKA- Tujuh dari Delapan terdakwa kasus pembunuhan dalam konflik berdarah di Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, Adonara pada Kamis (5/3/2020) lalu dituntut 14 tahun penjara. 

Tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Flores Timur dalam gelar sidang di Pengadilan Negeri Larantuka, Selasa (17/11/2020).

Kuasa hukum dari suku Lamatokan, Ipi Daton, SH mengatakan, dari kedepalan kliennya, tujuh diantaranya dituntut 14 tahun penjara. Sedangkan satu kliennya, hanya dituntut 1 tahun penjara. 

Ketujuh kliennya yang dituntut 14 tahun penjara yakni, Rafael Kopong, Rovinus Tela Suban, Romanus Suban, Thomas Boro Tokan, Kornelius Herun Boro, Maximus Yulianto dan Yulius Kristianto. Sedangkan, satu kliennya, Pius Teron hanya dituntut 1 tahun penjara. 

“Sebelumnya yang saya kwatirkan itu soal dakwaan jaksa soal pembunuhan berencana. Tetapi syukur, dalam tuntutan jaksa menerapkan pembunuhan biasa,” ujarnya kepada wartawan,” Rabu (18/11/2020). 

Terkait tuntutan JPU, ia mengaku siap mengajukan pembelaan (pleidoi) dalam sidang lanjutan yang digelar 26 November mendatang. 

Ia menambahkan, selain tujuh kliennya, satu terdakwa dari suku Kewaelaga juga dituntut 14 tahun penjara. 

Untuk diketahui, polisi menetapkan sembilan orang tersangka dalam konflik berdarah yang menewaskan enam orang itu. Kesembilan orang tersebut terdiri dari, delapan orang dari suku Lamatokan dan satu dari suku kewaelaga. (Dian)

loading...
BACA JUGA:   Aneh, Majelis Hakim PN Larantuka Larang Wartawan Meliput Saat Sidang Terbuka