oleh

Agupena Flores Timur Gelar Lomba Mendongeng Cerita Rakyat NTT

LARANTUKA– Asosiasi Guru Penulis (Agupena) Flores Timur menggelar beberapa kegiatan edukatif dalam rangkaian kegiatan bulan bahasa, menyongsong sumpah pemuda dan hari pahlawan 2020. Salah satunya kegiatan edukatif lomba mendongeng virtual tingkat Propinsi NTT dengan tema “Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur”.

Perlombaan ini diikuti oleh 100 orang siswa yang terdiri dari dua kategori yaitu kategori siswa SD dan SMP yang tersebar dari beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

Ketua Agupena Flores Timur, Maksimus Masan Kian, mengatakan lomba itu diluncurkan sejak 23 September 2020 di sekretariat Agupena Flores Timur.

Peserta lomba yang didampingi oleh guru pendamping, dan kepala sekolah berlomba menunjukan penampilan terbaiknya. Dalam balutan busana khas daerah masing-masing, mereka mencari latar video mendongeng yang sungguh memukau. Ada yang memamerkan pantai indah diwilayah mereka, ada yang di puncak bukit, di tengah ladang, ada pula yang menghiasi ruang kelas semacam panggung pentas seni. Tentunya latar ini disesuaikan dengan alur cerita mendongeng.

Selama satu bulan, waktu yang diberikan bagi para peserta lomba merekam dan mengirimkan karya video mendongeng ke panitia penyelenggara.

Ia menjelaskan, juri dalam perlombaan ini adalah budayawan sekaligus pendiri Nara Teater Flores Timur, Silvester Petara Hurit, Dosen dan Pegiat Seni, Dr. Lanny Koroh, dan pendongeng Ony Tukan yang saat ini sedang menimba ilmu seni sastra di salah satu universitas Yogyakarta.

Peraih juara 1 lomba mendongeng virtual kategori SD adalah Elisabeth Ciwin Togi asal sekolah SDI Lokoboko, kabupaten Ende. Juara 2 diraih oleh Maria Nadia Sartika Te dari sekolah yang sama. Sedangkan juara 3 diraih oleh Jacoba Ocean Putri Daris dari SDI Supersemar Larantuka.

Untuk Kategori SMP, juara 1 diraih oleh Hezro Nahak, siswa SMPK St. Maria Assumpta, Kupang. Juara 2 diraih oleh Fransiska Sedo Ola siswa SMPK Santo Gabriel Larantuka. Sedangkan juara 3 diraih oleh Petra Ade Triani Mau siswa SMPK St. Maria Assumpta, Kupang.

Hadiah kejuaraan dalam perlombaan ini berupa uang pembinaan dengan total 3 juta rupiah dan piagam penghargaan.

“Bagi para peserta yang belum masuk nominasi kejuaraan akan mendapatkan piagam penghargaan sebagai bukti keterlibatan dalam perlombaan edukatif ini sekaligus memotivasi mereka agar terus semangat dalam berkreasi sesuai minat dan bakat mereka,” jelasnya.

Ia menambahkan, perlombaan edukatif ini akan terus diselenggarakan oleh Agupena Flores Timur. Ke depan, perlombaan ini akan didorong hingga ke level nasional, agar semua siswa dari semua wilayah di Indonesia akan terlibat dalam perlombaan edukatif ini. (Dian)

loading...