oleh

Proyek Air Ile Boleng Adonara, Jaksa Tetapkan Tiga Tersangka


LARANTUKA– Kejaksaan Negeri Flores Timur akhirnya menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek air bersih di Kecamatan Ile Boleng, Adonara, Kabupaten Flores Timur, tahun anggaran 2018 yang menelan APBD Flotim Rp13 miliyar.

Kepala Kejaksaan Negeri Flotim, Bayu Setyo Pratomo mengatakan, tiga tersangka itu yakni, Yuvenalis B. Siola selaku konsultan perencana, YJF selaku pejabat pembuat komitmen pada Dinas Pekerjaan Umum Flores Timur dan Petrus Sabon Ama Dosi selaku kontraktor pelaksana.

“Kita tetapkan status tersangka pada Kamis, 7 Januari 2021,” ujarnya.

Kasus Dugaan Korupsi Air Ile Boleng, Kepala Inspektorat Flotim Dinilai Bohongi Publik

Terkait ada kemungkinan penambahan tersangka, ia mengatakan masih menunggu proses hukum terhadap tiga tersangka.

“Kita lihat saja nanti,” katanya.

Mega proyek yang dikerjakan PT. Global Nusa Alam ini dinilai mangkrak karena warga Ile Boleng belum menikmati manfaat dari proyek itu.

SPAM Ile Boleng Mangkrak, Ampera Sebut Tanpa Feasibility Study

Dalam laporan AMPERA Flotim ke kejaksaan, selain menguraikan mengenai mangraknya proyek tersebut, juga pembahasan anggaran, program/kegiatan SPAM Ile Boleng sebelumnya tidak tercover pada dokumen perencanaan.

Hasil Perhitungan Kerugian Negara Kasus Dugaan Korupsi Air Ile Boleng Siap Diekspos

Kegiatan tersebut baru muncul pada pembahasan Rapat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan mengalami penyesuaian dari Rp. 3.650.612.525 menjadi Rp.13.768.982.525. Adapun rinciannya, Rp. 10.118.370.000 merupakan kegiatan pembangunan jaringan air bersih/minum (SPAM IKK Kecamatan Ile Boleng) sebesar Rp. 10.000.000.000 ditambah perencanaan irigasi sebesar Rp. 118.000.000. (KABELEN)