oleh

Cabuli 3 Anak Bawah Umur, Kepala BMKG Alor Divonis 12 Tahun Penjara

KALABAHI- AB, Kepala BMKG (nonaktif) Kabupaten Alor, NTT divonis 12 tahun penjara. Ia terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana percabulan terhadap tiga anak bawah umur pada Juli 2020 lalu.

Baca Juga: Polres Alor Buru Keterlibatan Mucikari Kasus Asusila Anak Bawah Umur

Putusan ini jauh lebih ringan  dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut 15 tahun penjara.

Selain pidana penjara 12 tahun, AB juga dihukum membayar denda Rp 300 juta. Apabila tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan penjara 6 bulan.

Baca juga: Berkas Kasus Asusila yang Seret Kepala BMKG Alor Dilimpahkan ke Jaksa

Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Kalabahi, Zulkarnaen selaku JPU mengatakan, sidang putusan kasus asusila atau persetubuhan anak di bawah umur itu berlangsung virtual pada Rabu 10 Februari 2021 lalu.

“Yang bersangkutan diberikan waktu 7 hari apakah mau menempuh langkah hukum banding atau tidak,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini. 

Ia mengatakan, alasanAB dituntut berat, karena AB adalah pejabat (Kepala BMKG yang kini sudah dinonaktifkan), seharusnya memberikan contoh yang baik.

“Perbuatannya juga sudah merusak masa depan korban, apalagi korbannya lebih dari satu anak,” jelasnya.

Baca Juga: Kepala BMKG Alor Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Anak

Selain AB, terdakwa lainnya dalam kasus yang sama yakni mantan pegawai honor pada kantor Bandara Mali, berinisial  IJ divonis 11 tahun dengan denda Rp100 juta, subsaider 6 bulan kurungan. (DEM)

BACA JUGA:   175 Anggota Polda NTT Sudah Divaksin Covid-19 Sinovac