oleh

Pelaku Pembunuhan di Malaka Ternyata Rajin ke Gereja


MALAKA-Robertus Tey Seran (64) warga dusun Tualaran, Desa Maktihan, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas dianiaya, Daniel Klau warga Ikumuan Utara, Sabtu (20/2/2021) sekitar pukul 14.15 wita.

Kakak kandung pelaku, Yohana Bano Bria membantah jika adiknya, Daniel Klau mengalami gangguan jiwa.

“Selama ini dia bertingkah normal, tak ada masalah. Ia rajin ke gereja. Dia hanya punya riwayat penyakit epilepsi atau gila kambing,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (21/2/2021).

Sementara itu, Kapolsek Malaka Barat, Iptu I Wayan Budiasa mengatakan, saat ini polisi sudah memeriksa beberapa saksi yang melihat kejadian nahas itu. 

Selain memeriksa saksi, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, berupa batu dan pisau yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban. 

“TKP-nya sudah kita pasang police line,” ujarnya.

Baca Juga: Duel dengan Pria Gangguan Jiwa, Pria di Malaka Tewas Mengenaskan

Menurut dia, saat ini pelaku belum bisa diambil keterangan karena masih menjalani perawatan di RSUPP Betun. 

“Soal adanya isu pelaku mengalami gangguan jiwa, sedang kita dalami. Untuk membuktikan itu, nanti akan dites psikologinya setelah pelaku dinyatakan sembuh,” katanya. 

Diamuk Warga

Saksi mata, Arnoldina Nahak menuturkan, sekitar pukul 14.00 pelaku yang mengendarai sepeda motor mendatangi rumah korban. Setelah memarkir kendaraannya, ia kemudian masuk ke rumah korban dan langsung merusaki barang seisi rumah.

Usai menghancurkan isi rumah, pelaku beralih menganiaya korban yang saat itu sedang santai di ruang tamu. Beruntung, istri korban berhasil mengunci diri dalam kamarnya dan lolos dari amukan pelaku.

“Keduanya sempat saling dorong. Kemudian pelaku menggunakan batu hantam di bagian belakang leher korban. Korban langsung jatuh. Pelaku lalu menyeret korban ke luar rumah dan menghujani wajah korban dengan batu sampai tewas,” tuturnya. 

BACA JUGA:   175 Anggota Polda NTT Sudah Divaksin Covid-19 Sinovac

Menurut dia, kejadian ini baru diketahui warga sekitar ketika korban diseret ke halaman rumah. Warga yang melihat hal itu lalu mengejar pelaku dan menganiayanya hingga sekarat.

Korban sempat dilarikan ke RSUPP Betun, namun nyawanya tak tertolong. (Laporan Reporter Dian Timur, Novry Laka)