oleh

Rutan Kelas II B Kelebihan Kapasitas, 11 Warga Binaan Dipindahkan

KUPANG– Rumah Tahanan Kelas IIB Kupang memindahkan 11 warga binaannya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kupang akibat daya tampung rutan tersebut sudah melebih batas.

“Benar ada pemindahan warga binaan ke Lapas Kelas IIA Kupang untuk mengatasi over kapasitas di rutan Kupang,” kata Kepala Rutan Kupang Mohamad Rizal Fuadi kepada wartawan di Kupang, Minggu, (21/2/2021).

Baca Juga: 12 Tahanan di Rutan Kupang Terpapar Covid-19

Ia mengatakan sebelumnya jumlah warga binaan di rutan tersebut mencapai 300 orang. Dengan dipindahkannya 11 orang maka kini tersisa 289 warga binaan di rutan Kupang tersebut.

Ia menjelaskan pemindahan 11 warga binaan tersebut dilakukan kepada warga binaan yang sudah inkrah dan dijatuhi hukuman tinggi, serta dalam rangka mewujudkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan.

Walaupun kini tersisa di rutan kurang lebih 289 orang namun sudah mulai sesak dan tidur agak sempit, sehingga dari jumlah 300 itu pihaknya terpaksa harus memindahkan. Khawatir jika ada kiriman mendadak dari kejaksaan.

“Proses pemindahan ini juga akan dilakukan bertahap, mengatasi over kapasitas dan sebagai upaya pengendalian penyebaran COVID-19 di Rutan Kupang,” katanya.

Ia menjelaskan sesuai dengan standar minimum rules (SMR) PBB dan ditjen pemasayarakatan seharusnya jumlah warga binaan di suatu lembaga pemasyarakat hanya mencapai 169 orang.

Namun, lanjut dia kalau melihat ruang gerak untuk tidur di kamar hunian di rutan yang masih baik dan nyaman sejumlah 250 orang.

Baca Juga: Keluarga Ungkap Kejanggalan Proses Hukum Tahanan yang Tewas di Rutan Kupang

Rizal menambahkan, pemindahan dilakukan sesuai prosedur dan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

BACA JUGA:   Polda NTT Tetapkan Pembeli Tanah Konay Jadi Tersangka

“Tentunya sebelum kami melaksanakan pemindahan ini, kami sudah melaksanakan prosedur yaitu melakukan test swab dan hasilnya negatif, hal tersebut juga guna meminimalisir penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Hingga kini, ada kurang lebih 43 warga binaan rutan Kupang yang masih dititipkan di beberapa sel-sel seperti Polsek, Polres dan Polda NTT akibat kapasitas penampungannya tak mencukupi. (Laporan Reporter Dian Timur, Julio Faria)