oleh

Warga Kokar Alor Sesalkan Kualitas Pekerjaan Drainase

KUPANG– Warga Kokar, Kelurahan Adang, Kecamatan Abal, Kabupaten Alor, NTT mengeluhkan kualitas pekerjaan drainse pada paket pekerjaan ruas jalan Kokar- Tulta-Mali.

Warga Kokar, Imanuel Anie mengatakan, kualitas drainse yang dikerjakan PT. Karya Baru Calisa sangat buruk. Pasalnya, meski baru selesai dikerjakan, namun drainse tersebut sudah rusak. Hal itu, menurut dia, karena kualitas campuran dan jenis batu yang digunakan tidak sesuai spek.

“Batu yang mereka pakai batu kapur, sehingga saat hujan, langsung rusak. Lalu sekrang ditambal lagi oleh kontraktor,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (20/3/2021).

Baca Juga: Polres Alor Amankan DPO Pencurian Perhiasan Rp 50 Miliar

Selain kualitas pekerjaan, kata dia, proyek tersebut dinilai tidak adil. Pasalnya, ada lahan warga 300 meter yang hingga kini belum digusur.

“Kalau mau gusur, ya gusur semua. Kami sudah rela lahan kami digusur untuk pembangunan, tapi kenapa yang lain tidak digusur? Kami merasa ada ketidakadilan,” katanya.

Foto: Lahan warga sekitar 300 meter yang lolos dari penggusuran

Ia mengatakan, persoalan itu sudah diadukan ke pemerintah desa, lurah dan camat pada 14 November 2020 lalu. Ia juga mengaku sudah mengadukan persoalan itu Ketua DPRD Alor dan menyurati Pemprov NTT.

“Saat mengadu DPR, ketua DPR langsung telepon kontraktornya untuk segera cari solusi, tapi sampai sekarang belum ada respon,” katanya.

Ia mengatakan, saat pengerjaan berjalan, kontraktor pelaksana malah membongkar material drainase lama dan dibawa pulang. Kontraktor lalu menggantinya dengan batu kapur.

“Masyarakat mendukung program pemerintah tapi jika kontraktor tidak jaga kualitas, kami akan tolak. Proyek asal-asalan kami yang rugi. Kami berterimakasih pemerintah sudah bangun kampung kami. Kami rela lahan kami digusur, tapi kontraktor malah kerja asal-asalan,” ungkapnya.

“Ini baru drainase, jangan sampai hingga ke kualitas pengaspalan juga sama, itu yang kami kuatir,” tandasnya.

Ia berharap dinas terkait segera turun ke lokasi memantau langsung pengerjaan itu.

Baca Juga: Cabuli 3 Anak Bawah Umur, Kepala BMKG Alor Divonis 12 Tahun Penjara

Sementara itu, warga lain, Kristian Kurung mengaku, sudah puluhan tahun warga menantikan proyek jalan. Namun ironisnya, proyek tersebut malah mengecewakan.

“Menurut kontraktor drainse disitu masih baik. Padahal, yang baru dikerjakan sekarang malah tidak bagus kualitasnya. Lebih baik drainase lama dari pada drainase baru,” katanya.

Ia mengaku warga sudah bertemu camat Abal mengadukan persoalan tersebut. Kepada warga, camat mengaku pemilik lahan sepanjang 300 meter tidak mau lahannya digusur, dengan alasan tidak diundang saat sosialisasi.

Terpisah, konsultan pengawas CV. El Emunah, Ento Atalehi saat dikonfirmasi terkait keluhan warga, Sabtu (20/3/2021), menolak berkomentar. Ia mengaku tidak mau memberi keterangan karena tidak mengenal wartawan yang mengkonfirmasinya. Padahal, sebelum bertanya, wartawan sudah memperkenalkan nama lengkap dan nama media.

“Maaf, persoalannya saya tidak mengenal kamu. Apa benar kamu wartawan atau bukan,” ujarnya singkat.

Untuk diketahui, proyek ruas jalan provinsi itu dikerjakan oleh PT. Karya Baru Calisa dengan konsultan pengawas, CV. El Emunah. Proyek tersebut menelan anggaran Rp. 11.700.000.000 yang bersumber dari dana pinjaman daerah. (Laporan Reporter Dian Timur, Julio Faria)