oleh

Bantuan Sosial untuk Bencana di Kota Kupang Capai Rp 37 Miliar

KUPANG– Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore menyebutkan kebutuhan anggaran untuk bantuan sosial diperkirakan mencapai Rp 37 milyar bagi 1.580 KK yang terdampak badai siklon tropis seroja.

Menurut Jefri, angka tersebut bisa bertambah tergantung data yang masih dihimpun oleh Camat dan Lurah di lapangan.

Baca juga: Update: 62 Korban Jiwa Banjir Bandang dan Longsor di Adonara

Pasca penetapan status darurat bencana, Selasa (6/4/2021, Wali Kota Kupang, bergerak cepat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda dan para pimpinan perangkat daerah guna mengatur langkah-langkah strategis memulihkan kondisi wilayah yang terkena dampak terjangan badai siklon tropis seroja.

Ia mengapresiasi TNI-Polri, PLN dan instansi lainnya yang yang telah membantu Pemkot Kupang dalam proses pemulihan pasca cuaca ekstrim akibat badai siklon seroja yang menerjang sejumlah wilayah di NTT termasuk Kota Kupang sejak Jumat tanggal 2 hingga Senin 5 April lalu.

Ia meminta jajarannya agar terus bersinergi dengan TNI-Polri dan mitra Pemkot lainnya dalam upaya memulihkan fasilitas umum dan pemukiman warga yang rusak akibat diterjang badai.

“Terus bersinergi dengan TNI-Polri dan mitra kerja kita lainnya untuk bantu pemulihan infrastruktur yang rusak,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

Ia menginstruksikan agar seluruh ASN Pemkot Kupang ikut melaksanakan kegiatan kerja bhakti.

“Dari pengamatan saya, belum semua ASN terlibat. Saya memaklumi karena ada ASN terdampak akibat bencana alam. Saya minta kepedulian ASN agar terlibat dalam kerja bhakti di ruas-ruas jalan yang masih terdapat sisa-sisa pohon tumbang berserakan,” katanya.

“Kita harus menunjukkan contoh teladan kepada warga untuk bangkit, saling peduli serta gotong royong sehingga kondisi bisa segera pulih kembali. Saya minta kepedulian dimulai dari kita dulu,” imbaunya. (Julio Faria)