oleh

Upah Sub Kontraktor Tak Dibayar, Direktur CV Oase Akan Dipolisikan


BORONG– Sub kontraktor proyek pengerjaan lapen Benteng Jawa-Heret-Bawe, Agus Parung mengaku kecewa terhadap sikap kontraktor CV. Oase yang belum melunasi uang material dan uang pengerjaan fisik lainnya.

Agus merasa kecewa karena pihak CV. Oase tidak memenuhi kewajibannya, membayar lunas uang material serta pekerjaan mayor proyek lapen tersebut.

“Saya baru terima Rp.126 juta dari pihak CV. Oase. Pada pengerjaan borongan pengerjaan tersebut masih ada tunggakan Rp 72 juta. Sepertinya lari dari tanggung jawab,” ujar Agus kepada wartawan, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga: Kisah Umat Katolik di Manggarai Timur Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai ke Gereja

Ia mengatakan, dalam proyek itu ia hanya berkapasitas sebagai sub kontraktor atau pihak kedua. Dengan kesepakatan awal memborong pengerjaan pada lapen tersebut dengan biaya Rp.198 Juta.

“Untuk uang material juga belum dibayar oleh pihak CV. Oase sebesar Rp31 juta. Jadi total keseluruhannya yang belum dibayar sebesar Rp.103 juta,” jelasnya.

Menurut Agus, pihaknya sudah pernah mendatangi dinas Nakertrans dan dinas PUPR Matim untuk membicarakan soal itu. Namun, Nakertrans mengakui tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

Ia pun mendatangi Dinas PUPR Matim untuk membicarakan masalah tersebut. Awalnya Dinas PU berjanji bisa memediasi dengan kontraktor. Namun hal yang sama ia rasakan seperti di Nakertrans. Dinas PU mengkonfirmasi tidak bisa melakukan mediasi. 

“Dinas PUPR arahkan saya untuk lapor polisi,” tandas Agus.

Baca Juga: Dishub Manggarai Timur Anggarkan Dana Perbaikan Lampu Jalan

Ia berharap pihak CV. Oase segera melunasi tunggakan.

“Kalau tidak lunasi dalam waktu dekat, kita tempuh jalur hukum,” tutupnya. (Yopie Moon)