oleh

Dipulangkan Pemda, Korban Bencana di Malaka Terpaksa Konsumsi Air Kotor


MALAKA–  Kebijakan Pemda Malaka memulangkan warga dari posko pengungsian ke rumah pada Sabtu (10/4/2021) menciptakan duka baru bagi warga dusun Kubadi’in, Desa Naimana. Pasalnya, sebagian warga bahkan belum memiliki rumah layak huni pasca diterjang badai siklon tropis seroja. 

Dampak badai ini juga menyebabkan sumur galian hingga mata air di wilayah itu dipenuhi lumpur. Untuk memenuhi kebutuhan pasca dipulangkan, warga terpaksa mengkonsumsi air kotor.

Seorang warga yang tidak mau namanya diberitakan mengaku kesulitan mendapatkan air bersih, karena sumur air di rumahnya ditutupi endapan lumpur.

Baca Juga: Air Mata Korban Bencana di Malaka, Dipulangkan Meski Belum Ada Rumah

Untuk minum, kata dia, mereka masih bertahan dengan air mineral bantuan dari pemerintah. Namun, untuk kebutuhan cuci dan mandi, warga terpaksa menggunakan air kotor yang masih dipenuhi lumpur.

“Yang kami butuhkan saat ini pemerintah sediakan fiber air untuk distribukan air ke kampung kami. Jika nanti air mineral ini habis, kami terpaksa minum air kotor,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (11/4/2021).

Menurut dia, pemda seharusnya memikirkan kebutuhan dasar warga korban bencana sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Satu fiber air pun tidak disediakan di kampung kami. Terpaksa kami konsumsi air keruh,” katanya.

Sementara suaminya, Umar Nahak meminta pemda segera turunkan exsavator untuk mengeruk sisa endapan lumpur banjir yang menumpuk di rumah warga.

“Saya dan keluarga tidak bisa tidur walau kita sudah bersihkan dalam rumah, karena seisi rumah terbawa arus banjir bandang. Kami terpaksa nginap sementara di keluarga. Warga yang bertahan di rumahnya, mereka hanya bisa tidur di atas tanggul,” katanya.

Baca Juga: Dampak Banjir Bandang di Malaka, Ratusan Ekor Sapi Mati Membusuk

Ia mengatakan, selain kerusakan rumah, lahan jagung pun tak terselamatkan.

“Kami kesulitan untuk mencari makan di tengah kondisi seperti ini. Harapan kami satu-satunya adalah pemerintah. Semoga pemerintah bisa peka, jika tidak kami bisa mati kelaparan,” tandasnya.

Untuk diketahui, korban jiwa dalam badai siklon tropis di Kabupaten Malaka sebanyak tujuh jiwa dengan total warga yang mengungsi sebanyak 5.634 jiwa. Ratusan hektar lahan pertanian milik warga juga rusak total. (Nofry Laka)