oleh

Dinas Kesehatan Flotim Distribusikan Vaksin Covid-19 ke Sekolah-sekolah

Foto: Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur, dr. Ogie Silimalar

LARANTUKA – Menteri pendidikan menginstruksikan vaksinasi bagi tenaga pendidikan jelang tahun ajaran baru 2021. Semua tenaga pendidikan diminta segera divaksin, karena kegiatan belajar mengajar (KBM) akan dilakukan dengan pola tatap muka.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur (Flotim), dr. Ogie Silimalar mengaku sudah menerima surat dari Mendagri, Kemenkes, Kemenag dan Menteri Pendidikan & Kebudayaan terkait pelaksanaan vaksi covid-19 terhadap tenaga pendidik dan pendidikan.

Ia menjelaskan, vaksin untuk tenaga pendidik tahap pertama sebanyak 550 vial sudah didistribusikan ke sekolah-sekolah. Vaksi itu baru digunakan 225 vital, Serdang sisanya akan dipakai untuk mengantisipasi kekurangan vaksin di tahap kedua.

“550 vial ini tidak dilakukan satu kali, tapi 50 persen dahulu, karena takutnya vaksin tahap kedua kurang atau yang datang merek lain. Sisanya nanti dilakukan ke tahap II,” ujarnya kepada wartawan, Senin 7 Juni 2021.

Menurut dia, teknis penyaluran vaksin untuk tenaga pendidik dilakukan oleh Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten Flores Timur. Meski demikian, ia mengaku jumlah vaksin untuk tenaga pendidik di Flores Timur masih sangat kurang.

“Tahap pertama sudah dilakukan dan tahap ke II, vaksinnya sudah sampai sebanyak 180 vial. Sekarang sedang proses pendroping ke Puskesmas,” katanya.

“Sangat kurang, karena bukan saja ASN tapi semua pengajar dan tenaga pendidikan. Kami sedang koordinasi ke pemerintah provinsi. Untuk Nakes, pejabat publik sudah selesai. Sekarang lagi berproses tenaga pendidik dan tenaga pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembina TK, SD, SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Flores Timur, Yohanes Ukat mengatakan sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk mempercepat proses vaksinasi ke sekolah-sekolah.

“Bulan Juli ini KBM sudah tatap muka. Kita sudah tindaklanjuti ke sekolah-sekolah. Hasil koordinasi dengan Dinkes, distribusi vaksin untuk tenaga pendidik dan pendidikan masih kurang,” katanya.

Ia mengatakan, pihak sekolah pada dasarnya sudah siap untuk menggelar KBM tatap muka. Karena itu, ia berharap proses vaksinasi dipercepat agar proses tatap muka bisa berjalan.

“Sekolah sudah siap untuk divaksin. Jika sudah selesai, KBM tatap muka siap berjalan,” tandasnya. (Dian)