oleh

Keluarga Korban Lakalantas Akibat Pemblokiran Jalan di Flotim Tempuh Proses Hukum

Foto: Istri korban, Emiliana Nogo saat mendatangi SPKT Polres Flotim

LARANTUKA– Keluarga korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menabrak blokade jalan jalur Weri-Watowiti akhirnya menempuh jalur hukum.

Istri korban, Emiliana Nogo melaporkan warga pemilik lahan ke Polres Flotim, Rabu 23 Juni 2021 dengan bukti laporan Nomor: STPL/150/IV/2021/SPKT.

“Iya, saya laporkan warga yang blokade jalan. Gara-gara itu, nyawa suami saya hilang. Sekarang saya sendiri harus jadi tulang punggung keluarga untuk anak-anak,” ujarnya kepada wartawan, Rabu 23 Juni 2021.

Ia mengaku sangat terpukul dengan kepergian suaminya, Paulus Kelake yang meninggalkannya bersama tiga orang anak.

“Dia (suami) saya itu satu-satunya harapan kami yang selama ini bisa mencari nafkah. Dia sosok pekerja keras. Apa saja dia kerja, asalkan mendatangkan uang. Kadang jadi nelayan, kadang juga jadi petani dan ojek. Semoga ia tenang di surga,” harapnya.

“Saya harap kasus itu segera diproses hukum, supaya kami sebagai keluarga bisa mendapat keadilan,” sambungnya.

Paulus Kelake, Warga Dusun Welo, Desa Pai Napan, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur mengalami kecelakaan lalulintas setelah menabrak bebatuan yang digunakan pemilik lahan memblokade jalan menuju bandara Gewayang Tanah, Watowiti pada Selasa 8 Juni 2021 lalu.

Setelah dirawat di RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka, korban pun dirujuk ke RSUD Prof dr. WZ Johannes Kupang pada Jumat 11 Juni 2021. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami pendarahan otak kiri dan kanan, serta ada retakan di tengkorak kepala akibat benturan.

Enam hari menjalani perawatan, ia pun menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Prof.dr WZ Johannes Kupang pada Kamis 17 Juni 2021, sekitar pukul 07.30 WITA.

Untuk diketahui, aksi pemblokiran jalan menuju bandara itu lantaran warga pemilik lahan merasa kecewa terhadap pemerintah daerah Flores Timur yang belum membayar uang ganti rugi pembebasan lahan sesuai waktu yang sudah ditetapkan. (Dian)