oleh

Yohanes Marianus Kota Sebut Ada Pungli di Dishub Ende

Ende – Anggota DPRD Kabupaten Ende, Yohanes Marianus Kota, soroti dugaan praktek Pungli liar (Pungli) di dinas Perhubungan Kabupaten Ende.

Praktek Pungli di Dishub tersebut berkaitan dengan penggunaan Mobil yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di kecamatan Pulau Ende.

Hal ini diungkapkan Marianus, terkait keberadaan Mobil DAK milik kelompok masyarakat Detukeli  yang masih berada di Kecamatan  Pulau Ende.

“Yang jelas mobil ini beroperasi, kalau beroperasi untuk siapa, uang kendaraan tersebut disetor ke mana, kalau saya mememukan ada pungli di Dinas perhubungan ini “ujar Sekertaris Komisi II DPRD Ende di ruangan sidang Paripurna. (Senin 21/6/ 2021).

Marianus jelaskan bahwa Kendaraan DAK sudah beroperasi cukup lama di Pulau Ende dan Sampai saat ini belum mengetahui tentang kejelasan peruntukan dari Mobil tersebut.

Dia menambahkan Mobil itu seharusnya diperuntukan untuk masyarakat yang sesuai dengan SK yakni masyarakat Detukeli.

“Kenapa ada di pulau ende dan sampai saat ini belum dikembalikan ke Detukeli. Ini patut dipertanyakan kinerja kepada Dinas perhubungan yang membiarkan mobil DAK berada di Pulau Ende,”tanya legislator Berkarya itu.

Dirinya mengaku sudah mempertanyakan kepada Pemda Ende, namun belum ada jawaban yang jelas.

“Saya minta kepada media untuk pertanyakan kepada Pemda Ende”, pintanya.

Selain itu, Marianus juga menyoroti pengelolaan perahu motor milik Pemda Ende, yang dinilai tidak efektif.

“Sesudah itu ada empat perahu motor, seperti Marina. Tentang pengelolaanya. Pendapatan Marina sampai sekarang ini kita belum tahu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Mustaqim Mberu mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya segera menarik kendaraan tersebut.

“Kalau soal mobil DAK yang ada di Pulau Ende secepatnya kita akan pulangkan. Sebenarnya kemarin suda kita lakukan penarikan, namun kami mengalami kesulitan dalam pengangkutan, karena harus menggunakan jalur laut, ” terang Mustaqim Mberu.

Dirinya mengaku tidak tahu, kapan kendaraan tersebut dibawa ke Pulau Ende.

“Saya kurang tahu, karena ketika saya ditugaskan menjadi Kepala Dinas Perhubungan, kendaran tersebut sudah berada di Pulau Ende. Untuk saat ini, mobil DAK sudah terparkir di Kecamatan Pulau Ende, karena tidak beroperasi lagi,”terangnya.

Laporan : Antonius Jata
Editor : Yopie Moon