oleh

Diduga Mangkraknya Pembangunan, Warga Desa Boen Minta Inspektorat Periksa Mantan Kades

Malaka– Warga Desa Boen, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, NTT, menemukan banyak persoalan yang ditinggalkan oleh mantan kades Boen Yohanes K. Tafuli, S.Pd khususnya terkait pembangunan infrastruktur yang tidak tuntas dikerjakan anggaran tahun 2013 – 2019.

Pantauan wartawan, Rabu (14/7/2021), sejumlah pembangunan infrastruktur memang belum selesai dikerjakan.

Menurut Warga Desa Boen, Benyamin Letuna yang ditemui wartawan itu membenarkan bahwa untuk Pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2013 sampai 2019 diduga bermasalah seperti Lumbung Adat, Rumah dan Jalan Rabat Beton menuju puskesmas Tafuli.

“Ada sekitar belasan lumbung adat yang belum selesai dikerjakan dari tahun 2017 sampai 2021. Buktinya ada,” kata Benyamin.

Lanjut Benyamin, Pembangunan ada yang tuntas dan ada yang tidak tuntas entah itu tahun berapa kami belum tahu karena informasi terkait pengelolaan anggaran tidak pernah Shu sama sekali

“Kami tidak tahu apa – apa karena informasi dan sosialisasi anggaran kami tidak pernah ada dan kami tidak pernah dilibatkan. Kami hanya diberitahu dapat bantuan lalu kerja, soal nilai uang dan lain – lain kami tidak tahu,” ungkapnya lagi.

Martinus N. Tafuli, Perintis dan sekaligus Mantan Desa Boen ikut membenarkan terkait mangkraknya pembangunan lumbung adat dan Rumah bantuan kepada masyarakat sejak masa kepemimpinan mantan desa Boen Yohanes K. Tafuli periode 2013 – 2019.

“Saya prihatin dengan mangkraknya pembangunan lumbung adat dan rumah – rumah masyarakat dan juga meminta pihak Inspektorat segera turun ke Boen untuk memeriksa secara khusus mantan desa Boen,” Tandasnya.

Dilanjutkannya, Martinus kesal selama mantan kades boen menjabat kami tidak melihat infentaris apa pun di dalam kantor desa Kursi, Meja dan Lemari dokumen satupun tidak ada dalam kantor Desa

BACA JUGA:   Bupati Simon Teken MoU Tentang Pengawasan Obat dan Makanan

Penjabat Kepala Desa Boen, Yohanes Bani yang ditemui wartawan di Kantor Desa Boen juga mengeluh terkait infentaris di Desa kosong.

“Sejak dilantik sebulan yang lalu tiap kali rapat warga duduk di lantai saja karena kursi meja cuman satu dan hari ini baru ada tambahan enam kursi. Mau bagaiamana, situasi dan kondisi sudah seperti ini jadi untuk sementara kita sesuaikan saja dan saya minta warga bersabar. Saya sangat prihatin dengan kondisi ini,” ungkapnya.

“Dengan ini saya akan berkoordinasi dengan pak camat dan Kadis PMD untuk bisa mendapatkan data baik APBDes maupun LKPJ tahunan sejak dari Mantan Desa Defenitif periode 2013 – 2019, Penjabat Desa Boen periode 2019 – 2020 maupun PLT Desa Boen 2020 – 2021 ( dari bulan Maret – Mei) untuk bisa kami tindaklanjuti terkait persoalan yang ada di Desa Boen,” urainya

Terpisah, Mantan Kades Boen, Yohanes K. Tafuli ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa pembangunan lumbung adat dan bantuan rumah itu bantuan secara pribadi. Untuk belasan lumbung adat yang kita kerjakan pakai anggaran tahun 2017 itu selesai dikerjakan.

“Semua sudah diperiksa Inspektorat,” jelasnya singkat (Laporan Reporter Diantimur.com, Nofry Laka)