oleh

Pemdes Balus Permai Tak Salurkan Bantuan untuk Pasien Isoma Positif Covid – 19

Ilustrasi Pasien Covid – 19 yang lakukan isolasi mandiri

Borong – Masyarakat desa Balus Permai, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, keluhkan dana penanganan Covid- 19, yang ada di desa itu.

Hal itu disampaikan oleh beberapa keluarga, yang anggota keluarganya sempat lakukan isolasi mandiri (isoma), karena positif Covid -19.

Saat didatangi Wartawan, Senin (26/7/2021), mereka mengaku selama lakukan isoma, keluarga mereka yang dinyatakan positif Covid – 19, tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah desa. Dalam hal pemberian sembako dan asupan gizi lainnya.

“Anggota keluarga saya kemarin ada dua yang lakukan isolasi mandiri. Selama isoma, tak ada bantuan sembako atau lainnya, yang diberikan oleh Pemdes”, ujar salah satu Warga yang enggan namanya dimediakan.

Dia mengaku, bahkan dirinya harus mengutang di kios warga lainnya, untuk belikan keperluan seperti susu, telur, dan gula.

“Saya merasakan betul Pa. Saya rela utang di Kios. Mereka (Pemdes) tak ada yang datang. Padahal ada anggarannya itu”, tandasnya.

Pengakuan lain juga disampaikan oleh oleh seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), yang anaknya juga lakukan isoma.

“Selama lakukan isolasi di Rumah, tak ada bantuan yang diberikan oleh Pemerintah desa. Kami harus mengurusnya saat itu. Kami kesulitan untuk keluar waktu itu”, ungkapnya.

Dia juga sampaikan, kalau dirinya sempat pertanyakan bantuan tersebut di Pemdes. Saat kunjungi kampung itu.

“Saya sempat berdebat tuh hari dengan mereka. Mereka berikan jawaban  yang tidak jelas”, tandasnya.

Dia merasa kecewa, lantaran terkait dengan yang lakukan isoma di desa, ada anggaran dari dana desa.

” Saya kan tahu waktu itu. Kalau 8% dari dana desa, untuk penanganan Corona. Misalnya berikan sembako. Tetapi itu tidak dilakukan  oleh Kepala Desa”, tegasnya.

Dia mengaku, tidak menuntut dengan hal itu. Dia hanya ingin masyarakat dan Pemerintah Daerah Manggarai Timur. Untuk mengetahui prihal tersebut. Agar bisa ditindaklanjuti.

Berdasarkan penelusuran media ini di Desa Balus Permai, ada 14 orang yang pernah terkonfirmasi positif. Kebanyakan di antaranya lakukan isolasi mandiri, dan tidak diberikan sembako ataupun bantuan lainnya dari Pemerintah desa. Selama proses isolasi.

Kepala Desa Balus Permai, Albertus Jehaman saat dikonfirmasi media ini via SMS, Senin (26/7/2020), membenarkan ada 14 warganya yang pernah positif covid – 19, dan lakukan isolasi mandiri.

Ketika ditanyakan, apakah ada intervensi dana desa untuk penanganan pasien positif, yang lakukan isolasi mandiri. Kades Albertus tidak membalasnya. (Yopie Moon)