oleh

Diduga di Borong Ada Gudang Rokok Ilegal, Siapa yang Beking?

Jenis Rokok Thanos

Borong – Beberapa jenis rokok ilegal, marak beredar di toko dan kios – kios di wilayah kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT.

Berdasarkan penelusuran Tim Wartawan, Senin (6/9/2021), di beberapa kios di Kota Borong, ada tiga jenis rokok yang dilabel ilegal, rokok jenis Arow , Thanos dan Capuchino.

Terlihat jelas, tulisan jumlah batang pada pita cukai berbeda dengan jumlah asli yang ada pada kemasan. Rokok jenis Arow pada tulisan pita cukai berjumlah 10 batang, sedangkan jumlah dalam kemasan sebanyak 20 batang.

Rokok jenis Thanos, tulisan pada pita cukai sebanyak 12 batang, sedangkan jumlah dalam kemasan sebanyak 20 batang.

Sama halnya dengan rokok Capucino, tulisan pada pita cukai sebanyak 10 batang. Sedangkan pada kemasan berisi 20 batang.

Selain itu, pita cukai pada ketiga jenis rokok ini juga terlihat seperti pita cukai bekas pakai, karena terlihat ada lipatan dan bekas lem.

Pemiliki kios yang enggan di mediakan namanya mengaku, bahwa jenis rokok tersebut didistribusikan dari Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai.

“Sales-nya itu datang seminggu sekali, dan biasanya mereka datang dari Ruteng pak, ada yang pakai mobil dan ada yang pakai motor,” ungkapnya.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait  jenis rokok ilegal ini, padagang yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui.

” Saya tidak tahu pak, karena selama ini kami  belum pernah disosialisasi terkait rokok yang ilegal dan legal, apalagi dua jenis rokok itu”, ujarnya.

Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh media ini dari salah seorang sopir Ekspedisi rute Surabaya-Flores (Manggarai Raya). Menurut pengakuannya, bisnis ilegal ini sudah diorganisir secara baik.

“Kalau di Surabaya ada orang Manggarai yang mengatur pendistribusian rokok ilegal ke daerah Manggarai Raya”, tandasnya.

Menurutnya, orang tersebut  yang menawarkan sopir Ekspedisi untuk mengangkut barang sampai ke tempat tujuan dengan bayaran Rp100.000 per bal.

Lanjutnya, supaya mengelabui aparat keamanan, muatan dibongkar pada malam hari.

“Biasanya bongkar pada malam hari. Kadang didistribusikan langsung ke kios-kios. Ada juga yang ditampung dalam gudang, seperti di Kota Ruteng dan Borong”, pungkasnya.

Sementara itu, sebut saja N. Dia mengetahui hal tersebut pada satu tahun lalu. Semenjak rokok berjenis Armaur beredar luas di borong.

” Dulu ada jenis rokok Armaur. Sekarang su tidak ada. Waktu saya dikasih tau oleh seseorang, kalau rokok tersebut ilegal. Dan setelahnya itu rokok tersebut hilang”, katanya.

Dia informasikan juga, ada yang kendali untuk amankan berjalanannya bisnis rokok ilegal tersebut di kabupaten Manggarai Timur.

“Ada tempatnya di Borong. Ada yang kendali dan ada yang amankan”, ungkapnya.

Setelah itu, tim coba menelusuri tempat yang diduga sebagai gudang penyimpanan rokok – rokok ilegal tersebut. Rumah dalam keadaan kosong.

Rokok merupakan barang kena cukai yang pelunasan cukainya dengan cara peletakan pita cukai pada kemasan rokok. Namun, rokok ilegal adalah rokok yang pungutan cukainya tidak dilunasi. Saat ini peredaran rokok ilegal kian marak Kabupaten Manggarai Timur.

Peredaran rokok ilegal dapat berakibat pada kerugian Negara dalam hal penerimaan cukai. Peredaran rokok ilegal ini berdampak pada menurunnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Untuk diketahui, ciri-ciri rokok ilegal, diantaranya tanpa pita cukai (polos), rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, dan rokok dengan pita cukai yang berbeda.

Selain itu, ada ketidaksesuaian antara informasi pada pita cukai dan kemasan rokok. (Yopie Moon)