oleh

Insentif Nakes RSUD Larantuka Belum Dibayar

Foto: Sekda Flotim, Paulus Igo Geroda didampingi asisten 1 dan 3 bersama beberapa pimpinan OPD saat menghadiri rapat gabungan komisi DPRD Flotim

LARANTUKA– Meski anggarannya sudah dipagukan DPRD Flores Timur dalam momentum mendahului perubahan sebesar Rp 185 juta, namun insentif tenaga kesehatan (Nakes) RSUD Larantuka tahun 2020 selama tiga bulan belum dibayarkan.

Hal ini memicu reaksi keras anggota DPRD Flotim, Ignasius Uran saat rapat gabungan komisi, Kamis 9 September 2021. Ketua Fraksi Golkar ini, mengaku heran lantaran hak nakes itu sudah dianggarkan.

“Sudah dipagukan Rp185 juta mendahului perubahan. Untuk bulan Juli- Agustus-September sudah dibayar. Tapi bulan Oktober-November-Desember belum dibayar. Uang sudah ada, tapi kenapa tidak dibayar. Nanti orang tidak percaya semua. Anggaran sudah tersedia. Belum lagi tahun 2021. 2020 saja belum bayar, apalagi 2021,” ujarnya.

Ia juga mengaku heran jika pihak RSUD beralasan lambatnya pembayaran insentif karena persoalan administrasi.

“Mereka yang berhubungan langsung dengan pasien belum dibayar. Orang yang tidak ada hubungan dengan pasien dibayar. Miris. Masih terputar ke perbup. Uangnya sudah ada, kecuali belum dianggarkan. Ini hanya masalah administrasi,” tegasnya.

Menanggapi itu, Direktur RSUD Larantuka dr. Sanny mengaku insentif nakes selama tiga bulan yang terhitung dari Oktober-November-Desember masih diproses di badan keuangan.

“Kita sudah ajukan ke badan keuangan untuk dibayar dalam waktu dekat. Proses ini agak lambat karena masih berkoordinasi dengan BPBD. Dan, saat ini sudah diajukan,” katanya.

Kepala Badan Keuangan Flotim, Cipto Keraf mengaku terus berkoordinasi dengan pihak RSUD Larantuka.

“Koordinasi terus berjalan. Tapi pihak RSUD masih melakukan verifikasi,” tandasnya. (*)