oleh

Rapat Penelusuran Dana Covid-19, DPRD : BBM Juga Dicovidkan

Foto: Kalak BPBD Flotim, Alfons Bethan didampingi sekretaris BPBD, Tarsisius Kopong Pira saat rapat gabungan komisi DPRD Flotim

LARANTUKA– Sidang gabungan komisi DPRD Flores Timur (Flotim) dengan agenda penelusuran penggunaan dana covid-19 tahun 2020 sebesar Rp 14 Miliar berjalan alot saat BPBD Flotim menjelaskan penggunaan anggaran, Jumat 10 September 2021.

Dari penjelasan BPBD, DPRD menemukan adanya penggunaan anggaran pembelian BBM yang mencapai Rp.176.65.000. Biaya BBM itu dikritisi anggota DPRD, Muhidin Demon.

Menurut politisi partai Gerindra ini, untuk menghemat anggaran, seharusnya pemerintah tak perlu membeli BBM, tetapi menyewa kendaraan yang digunakan untuk menjemput warga Flores Timur yang dipulangkan lantaran terdampak covid-19.

“BBM biaya sangat besar. Kalau model begini, istilah saya, BBM juga dicovidkan,” ujarnya.

Anggota DPRD Fraksi PAN, Hasan Basri juga menyoroti biaya transportasi darat dan laut saat melakukan sosialisasi pemutusan mata rantai penyebaran virus covid-19, yang besaran anggarannya sama.

Menanggapi itu, Kepala Pelaksana BPBD Flotim, Alfons Bethan menjelaskan, BPBD sebagai satgas siaga darurat sesuai surat edaran bupati, banyak kegiatan yang dilakukan mendadak dan tidak bisa dikalkulasikan. Hal itu menyebabkan biaya sangat tinggi.

“Sewa kendaraan jemput PMI di SIKKA empat kali, antar PMI sampai ke desa, biaya pengawalan aparat keamanan dan BBM untuk mobil Kodim, Polres, dinas perhubungan, BPBD dan Pol PP.

“Ini yang menyebabkan biaya BBM membengkak. Dan, Ini berhubungan erat dengan anggaran yang digunakan dalam kegiatan itu,” tandasnya. (*)